Tampilkan postingan dengan label Bisik Sajak Sunyi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bisik Sajak Sunyi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 26 Juni 2016

Sepotong Bulan yang Tak Rapi

Malam ini kulihat sepotong bulan
separuh saja, namun tak rapi
seperti baru saja anak kecil menggigit pinggirnya lalu mencampaknya

Sepotong bulan yang tak rapi
dia sendiri
serpih-serpih awan seperti tak perduli
lalu lalang di sekitar

Selasa, 15 April 2014

Tak Perlu Kau Ucap Cinta, Sayang.....

(di suatu petang saat sendiri dan kau pergi mencari nafkah
 tiba-tiba aku ingat larik-larik puisi untukmu lama mati suri)

Sayangku,
kau bukan romantisan, kukira..
bukan seorang laki-laki setipe sinetron
yang seringkali bertingkah Drama King

Kekasihku,
kau bukan pujangga pun, jelas sekali..
suaramu tak begitu merdu
seringkali malah suara teriakan-teriakan konyol saat kita menyanyikan sebuah lagu bersama
di sore hari meniru lagu Air Supply dari mp3

Rabu, 30 Oktober 2013

MENDUNG…, DIARY…… (IV)

(cold)
(cloud)
(dark)
(broken ... heart)

Kurasa ada yang hilang dari jalan-jalanku
Senyap yang menjelma kucoba untuk ingkari,
aku tipu, aku munafiki!! Aku lelah melawan sakit
dalam kesendirianku melawan ombak lubuk laut hati,
kesepian kalbu.

Bagai… aku rasa sendiri diri berada dalam ruang
hitam luas tak berpintu tak bermanusia,
bahkan cicak tak ada berdecak!!!
Duduk sendiri di tengah ruang sepi tanpa penghuni.

Kosong…
diam.



Bayoe City, 13 Juni 2006


Senin, 23 September 2013

Menikah itu..

menikah itu adalah pengesampingan ego...
apalagi sebagai istri yang dengan alasan apapun harus menomor-satukan suami..

sulit memang, terkadang justru membuat sesak hati...
ketika harus berdiri di antara dua sisi


itu kini kurasa
sungguh tak bisa jauh darinya
tapi apa yang sudah terintis di kampung begitu menggoda untuk didekati

Sabtu, 03 Agustus 2013

Air Mata Bapak..



Jadi bapak itu susah...
Harus jadi imam, jadi penengah, jadi panutan, jadi penampung dosa istri dan anak-anaknya


Jadi bapak itu susah...
Apalagi berada di tengah-tengah 2 orang wanita di keluarganya yang sama-sama keras : istri dan anak perempuannya


Jadi bapak itu susah....
Jika kedua perempuan tadi sudah saling bersitegang


Jumat, 07 Juni 2013

DUA BULAN

Dua bulan itu ada sekitar 60 hari...
hitungan yang terlalu cepat untuk menghabiskan sari-sari di batang tebu itu...
inginnya terasa lebih lama rasa manis itu di lidah

Tapi jalan hitungan 61 serat-serat batang tebu itu mulai masuk ke tenggorokan
sakit dan mencekik
kenapa begitu??

ah sudah
cukup sampai disini saja ketikku
sebelum tumpah apa yang kusimpan sendiri


(hari ini jauh
dan terasa semakin jauh
ingin mendekati
yang kuterima maki

ah sudah..)


Rabu, 23 Januari 2013

TAK MENGERTI......

aku tak tahu lagi harus melangkah bagaimana........

Ketika sudah ku siapkan hati untuk menapak di sampingmu seperti yang kau harap,
hari ini kau patahkan niat yang sudah setegak tiang....

aku ingin dukungan, tapi kau ternyata lain pertimbangan




dan mohon jangan pernah mempermasalahkan lagi semua keputusan,
seperti yang kau bilang, semua memang sudah jalannya...

Sabtu, 26 Mei 2012

One of My poem in Bilingual


BELOVED :
You exist in a space behind the walls of my heart that have been barriers, in a room that has four years of empty without occupants, and now you get into it,
Sweep all the dust and taping all cracks


September 7th, 2007


KEKASIH :

Engkau ada di suatu ruang di balik dinding hati yang telah kusekat-sekat, di suatu ruang yang telah 4 tahun kosong tanpa penghuni, dan sekarang kau masuk ke dalamnya,
Menyapu semua debu dan merekatkan semua retak..


07 september 2007

Rabu, 23 Mei 2012

MENDUNG ..., DIARY ...... (III)


Sakit.
Ada duri menyelinap
di celah-celah dinding hatiku.
Selembar daun mangga
jatuh, kering..
menampung kisah duka
 garing, kuning…

berbisik : ada yang remuk, pecah!!!
Retak.

Sabtu, 19 Mei 2012

SEKALI LAGI TAK MENAHU

sekali lagi tak menahu tentang apa yang harus ku tahu

sepotong dari sesuatu dalam kitaranku, atau mungkin entah hatiku, mengosong..

huft.., ingin secepatnya menjadi istri, mungkin.


bukannya naif. aku sadar betul resiko.

tapi aku benar-benar tak mau memikirkan resiko ekonomi sekarang,

biar itu nanti berjalan apa adanya (semoga aku nanti cukup jadi orang "triman")

yang benar-benar kini kuinginkan adalah : resmi.

bukan pacar, bukan status facebook.


Minggu, 06 Mei 2012

AKU TAK TAHU HARUS BERJALAN KE KIRI ATAU MELONCAT KE KANAN

Ingin aku tetap berada pada satu titik yang nyaman. Berharap tak perlu lagi ke kiri atau kanan. Tapi tak bisa....
Seringkali aku merasa lelah, tapi selalu takut untuk menyerah.....
ada sakit sebenarnya dalam jiwaku, lelah tak terkira. Andaikan aku bisa lari begitu saja, tanpa apa-apa, bahagianya..

Aku tak pernah ragu akan rasa setiaku sendiri, atau nya. Yang ku ragu akan kesanggupanku menelan air mata. Entah bila nanti telah terbiasa. Tapi itu bukan soal sekarang. Yang pasti tubuh jiwaku benar-benar lelah...

Sabtu, 05 Mei 2012

MENDUNG…, DIARY…… (II)


Senyap.
Dingin.
Beku.
Mati.

Aku berharap
Malam menyergap dan menculikku
Membawaku pergi jauh.

MENDUNG…, DIARY…… (I)


(awal mendung, mulai hitam)

Kupejamkan mata
Seiring kecewa jiwa
Ada sakit yang kurasa di palung hati
Berwujud mendung.

Tumpah hujan aliri sungai netraku.

Selasa, 24 April 2012

Belum Siap Aku Untuk Mati, Aku Belum Mandi!!



Tuhan,
Aku pengen jujur..,
Aku takut mati!!

Bukan! Bukan karena tidak ingin berjumpa dengan-Mu..!!
Hanya saja aku belum punya baju bagus, semua yang ku punya robek-robek….
Masih cabik-cabik….


Aku takut….
Ada kabar 2012 nanti terompetnya malaikat bakal memanggil melengking….
Nyawa dan isi bumi tersedot menjadi keping…..
Benarkah itu, Tuhan??
Aku takut….
Kuhitung-hitung 2012 usiaku masih 23 tahun.

Gusti Allah Ada di Sawah


Tetanggaku yang sekolah tinggi di kota sana pernah bilang bahwa aku “atheis”
Aku ndak ngerti apa artinya..,
Wong aku ndak pernah sekolah!
Makan saja susah, kok mikir sekolah!
Sekolahnya ya di sawah..!
Pelajarannya??
Ya macul*, nandur**, matun***


Aku ndak pernah shalat, apalagi mengaji
Bagimana mau shalat?!
Wong orang tuaku ndak pernah ngajarin..!!
Tapi aku percaya Gusti Allah itu Ada,
Meskipun aku ndak pernah mengucapkan saksi bahwa Dia ada.


Muslimah Bercadar Hitam


Aku seorang muslimah,
aku tahu.
Islam yang aku pegang warisan dari ibu-bapakku
dan sudah tercetak di KTP-ku ketika lilin di tumpeng jumlahnya 17.

Ada Al Qur’an, ada shalat
yang jadi jalan komunikasi umat,
tapi aku begitu takut..
begitu…sungkan..!!!!

aku takut berlama-lama duduk dalam sujud ketika sowan ke hadap-Nya..
sungkan dan malu rasanya ketika ingin menyuarakan ayat-ayat Al Qur’an..
karena aku kotor.



(Aku hitam dan kotor.)

Aku Mencari Tuhan Diantara Kepulan Asap Anyir



Aku tak pernah lagi melihat “wajah” Tuhan..
Apakah aku jadi buta?

Aku tak pernah dengar  lagi Tuhan berbicara..
Mungkinkah aku tuli?

Tak seperti dulu ketika mataku sering menangis dalam simpuh-simpuh panjangku;
Pun tak seperti ketika telingaku mendenging-denging miris mendengar  Al Qori’ah didengungkan..
Kemana Tuhan pergi?
Kenapa Dia pergi?

Rabu, 18 April 2012

SELAMAT MALAM 2

Jari-jari kecil

letih berjalan di tombol-tombol mungil,

 sekedar mencoba menghantar

SELAMAT MALAM 1

Dalam lelah mata yang mulai sayu
terkatup,

ku tuntun jemari merangkai kata
sebagai penutup hari